• Askep Pasien Jantung Reumantic

    A.    Data Pasien
           I.            IDENTITAS DATA
    Nomer Rekam Medis              : 01 48 21 97
    Tanggal masuk RS                  : 21/2/2011                 
    Nama Klien                             : An. An
    Nama Panggilan                      : A
    Tempat/tgl lahir                       : Magelang, Januari 1997
    Umur                                       : 14 tahun
    Jenis Kelamin                          : Laki-laki
    Suku                                        : Jawa
    Orang tua/wali
    Nama Ayah/Ibu/Wali              : Tn.A / Ny. A
    Pekerjaan Ayah/Ibu/Wali        : Swasta/IRT
    Pendidikan                              : SLTA
    Alamat ayah/ibu/wali              : Muntilan Magelang

        II.            KELUHAN UTAMA
    Pasien sesak nafas, batuk dan sendi pada kaki ngilu

     III.            RIWAYAT KELUHAN SAAT INI
    2MSMRS Anak putus minum obat karena lahar dingin, aktivitas biasa, sesak (-), batuk (-) , bila malam tidur dengan satu bantal.
    2HSMRS anak mulai sesak nafas, batuk (+), tidur memakai bantal tinggi, nyeri dada (-), nyeri di sendi pergelangan kaki (+).

     IV.            RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU
    a.       Pre Natal : selama kehamilan ibu klien memeriksakan dirinya ke Puskesmas frekuensi 9X , tidak ada masalah selama kehamilan.
    b.      Peri natal dan Post Natal : usia kehamilan saat lahir 9 bulan, lahir spontan, ditolong oleh bidan, bayi langsung menangis, BBL 3100 gram dan PB lupa.
    c.       Penyakit yang pernah diderita :
    Umur 1-2 tahun : TBC primer pengobatan tuntas. PJR bulan Juli 2010 : kontrol rutin Poli Jantung RSS.
    d.      Hospitalisasi atau tindakan Operasi : Juli 2010 PJR
    e.       Injury/kecelakaan : anak belum pernah mengalami kecelakaan
    f.       Alergi : tidak ada riwayat alergi makanan dan obat
    g.      Imunisasi dan Test Laboratorium : imunisasi anak sesuai usia sekarang sesuai PPI di Puskesmas.
    ·         Hepatitis B I dan II
    ·         BCG 1 kali
    ·         DPT I dan II
    ·         Polio I dan II
    ·         Campak
    h.      Pengobatan : anak belum pernah menggunakan obat sendiri selain dari petugas

        V.            RIWAYAT PERTUMBUHAN
    Orang tua mengatakan pada waktu lahir beratnya 3100 gram. Saat ini anak berusia 14 tahun, mempunyai BB 97 kg, PB 158 cm, LLA 20 cm. Berdasarkan standar Depkes pertumbuhan anak dalam kategori Obesitas

     VI.            RIWAYAT SOSIAL
    a.       Yang mengasuh
    Anak tinggal dengan dan diasuh oleh kedua orangtuanya
    b.      Hubungan dengan anggota keluarga
    Hubungan dengan orangtuanya baik

    VII.            RIWAYAT KELUARGA
    a.      Sosial Ekonomi
    Anak tinggal dengan kedua orangtua, serta dua orang saudaranya. Ayah seorang karyawan swasta, saat ini menggunakan kartu biaya sendiri untuk opnamnya. Keadaan ekonomi menengah keatas
    b.      Lingkungan Rumah
    Rumah milik pribadi, lantai dari keramik, kebersihan lingkungan baik, cahaya matahari bisa masuk ruang kamar, sumber air dari sumur.
    c.       Penyakit Keluarga
    Dari pihak ayah atau ibu ada riwayat jantung, stroke, dan obesitas.

    VIII.            PENGKAJIAN TINGKAT PERKEMBANGAN SAAT INI
    a.       Personal Sosial : anak biasa bermain bola dengan teman sebayanya, anak juga merasa dirinya gemuk, tetapi tidak mempengaruhi konsep dirinya.
    b.      Kesimpulan : anak tidak mengalami hambatan dalam perkembangan.

     IX.            PENGKAJIAN POLA KESEHATAN SAAT INI
    a.       Pemeliharaan dan persepsi terhadap kesehatan
    Bapak pasien mengatakan kalau anaknya sakit langsung dibawa ke Dokter, riwayat imunisasi PPI lengkap
    b.      Nutrisi
    Pola makan 3 kali sehari, nasi – lauk – sayur, suka ngemil. Makanan kesukaan tahu. Saat ini diet RS diet jantung 1 porsi habis.
    c.       Cairan
    Minuman air putih 8-10 gelas/hari, BAK lancar warna kuning jernih
    d.      Aktifitas
    Anak beraktifitas mandiri, jika sesak nafas beristirahat berbaring ditempat tidur dengan bantal tinggi
    e.       Tidur dan istirahat
    Anak biasanya tidur sehari 10 jam. Tidur siang antara pukul 13.00-15.00 dan anak biasa tidur malam pukul 20.00-06.00.
    f.       Pola hubungan
    Hubungan dengan orangtua baik, anak lebih dekat pada ibu. Apabila menangis anak cepat diam bila diajak ibu dan neneknya
    g.      Koping atau temperamen dan disiplin yang diterapkan
    Orangtua lebih berhati-hati setelah anaknya sakit.
    h.      Kognitif dan Persepsi
    Orangtua kurang mengetahui tentang penyakit anaknya dan cara perawatannya, orangtua ikhlas dengan kondisi anaknya dan berharap anaknya segera sembuh.
    i.        Seksual dan Menstruasi
    Klien jenis kelamin laki-laki
    j.        Nilai
    Orangtua atau keluarga menganggap bahwa penyakit yang diderita anaknya merupakan cobaan dari Tuhan, dan anaknya pasti akan sembuh

        X.            PEMERIKSAAN FISIK
    a.       Keadaan Umum
    v  Tingkat kesadaran : Compos Mentis
    v  Nadi : 94 kali/mnt             Suhu : 370 C                RR : 30 kali/mnt
    TD : -
    v  BB : 97 kg             TB : 158 cm    LLA : 20 cm
    b.      Kulit
    Warna sawo matang, turgor kulit sedang, tidak ikteri, kulit kapilari refill < 2 detik, secara umum kulit tampak bersih, tidak ada luka dan tidak ada kelainan.
    c.       Kepala
    Bentuk mesochepal, tidak ada luka dan tidak ada benjolan, rambut berwarna hitam, kulit kepala dan rambut bersih
    d.      Mata
    Simetris, pupil isokor, reaksi terhadap cahaya +/+ , sclera tidak ikterik, konjungtiva tak anemis.
    e.       Telinga
    Simetris, tidak ada luka, dan tidak ada cairan keluar, bersih.
    f.       Hidung
    Simetris, tidak ada luka dan cairan keluar, pernafasan cuping hidung (-)
    g.      Mulut
    Mukosa lembab, tidak ada luka, mulut bersih.
    h.      Leher
    JVP tidak meningkat, limfonobi ttb, tidak ada kaku kuduk.
    i.        Dada
    Simetris, retraksi intercostae (-), tidak ada luka.
    j.        Payudara
    Simetris, tidak terjadi pembesaran payudara.
    k.      Paru-paru
    Perkusi : sonor Ka / Ki.
    Palpasi : tidak ada ketinggalan gerak.
    Auskultasi : vesikuler, ronchi (-)
    l.        Jantung
    Perkusi : pekak
    Palpasi : ictus cordis teraba
    Auskultasi : S1 tunggal, S2 splits tak konstan.
    m.    Abdomen
    Inspeksi : tampak buncit (+), permukaan perut datar.
    Auskultasi : peristaltic (+) lemah
    Perkusi : timpani
    Palpasi : supel, H/L ttb, dispense abdomen (+).
    n.      Genetalia
    Anak jenis kelamin laki-laki. Kebersihan cukup
    o.      Anus dan Rektum
    Terdapat lubang anus disekitar perineum, kulit sekitar bersih.
    p.      Neurology
    Refleks fisiologis (+), refleks patologis (-), tidak terjadi kelumpuhan
     XI.            PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK PENUNJANG
    Laboratorium : Tanggal 2/02/2011 :
    WBC 8030, RBC 4,91 , HGB 13,6 gr/dl , HCT 38,7 % , MCV 78 %, MCH 27,7 %, PLT 210.000.
    Urine :
    Glukosa –, protein + 1, Blood +, Leu –
    Tanggal 7/2
    Tbil :1,07 , Dbil : 0,56 , SGOT : 22, SGPT : 33
    Hasil Echo pertama : MI ringan, TI ringan, AL  trivial
    Hasil Echo 3/2 : MI sedang AML Prolaps, TI berat, Efusi Pleura ringan

    XII.            INFORMASI LAIN ATAU CATATAN PENANGANAN KASUS
    Terapi :
    Eritromycin 3 x 500 mg
    Captotril 2 x 12,5 mg
    Sanmol K/P
    Lasix 2 kali per oral

    B.     Rencana Keperawatan
    Tabel Rencana Keperawatan
    No.
    Dx Keperawatan
    NOC
    NIC
    1
    Ketidakefektifan Pola Nafas :
    Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberi ventilasi adekuat.
    Definisi : Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberi ventilasi adekuat
    Faktor Resiko :
    -       Takipnea
    -       Obesitas

    Respiratory Status
    -    Laju Nafas
    -    Irama Nafas
    -    Kedalaman Inspirasi
    a.   Airway management
    Definisi : fasilitasi patensi saluran udara.
    Aktifitas :
    -    Memposisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
    -    Mendorong pernapasan secara lambat, berputar dan batuk (gunakan teknik yang menyenangkan  untuk mendorong pernapasan dalam pada anak-anak)
    -    Menginstrusikan bagaimana cara batuk yang efektif

    -    Auskultasi suara nafas, mencatat daerah yang ventilasinya menurun atau tidak ada, dan suara adventif
    -    mengatur kelembaban udara atau oksigen yang sesuai
    -    mengatur intake cairan untuk keseimbangan cairan
    -    memonitor pernapasan dan status oksigenasi
    b.   Respiratory Monitoring
    Definisi : pengumpulan dan analisis data pasien untuk memastikan jalan napas dan pertukaran gas yg adekuat.
    Aktivitas :
    -    Memonitor status, ritme, kedalaman, dan upaya pernapasan
    -    Memonitor kebisingan pernapasan, seperti berkokok atau mendengkur
    -    Memonitor pola pernapasan : bradypnea, takipnea hyperventilation ,dll
    -    Auskultasi suara nafas, mencatat daerah yang ventilasinya menurun atau tidak ada, dan suara adventif
    -    Memonitor kemampuan pasien untuk batuk efektif
    -    Mencatat permulaan, karakteristik dan durasi batuk
    -    Memonitor sekresi pernapasan pasien
    2.
    Intoleransi aktifitas
    Definisi : Ketidakcukupan energi psikologis atau fisiologis untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas kehidupan sehari-hari yang harus atau yang ingin dilakukan.
    Faktor yang Berhubungan :
    -       Ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen

    Activity Tolerance
    -   Saturasi O2 terhadap aktivitas
    -   Laju nafas terhadap aktivitas
    -   Kemudahan bernafas terhadap aktivitas
    Exercise Therapy : Joint Mobility
    Definisi : gunakan gerakan tubuh yang aktif atau pasif untuk memelihara atau memulihkan fleksibilitas
    Aktivias :
    -    Menentukan pembatasan gerak dan efek pada fungsi sendi
    -    Menjelaskan kepada pasien/keluarga, tujuan dan rencana latihan bersama
    -    Memonitor lokasi dan ketidaknyamanan atau nyeri selama beraktifitas
    -    Memulai mengukur control nyeri sebelum memulai latihan bersama
    -    Melakukan gerakan pasif (PROM) atau dibantu
    -    Instruksikan kepada pasien/keluarga bagaimana cara latihan pasif, dibantu, atau ROM aktif yang sistematis
    -    Membantu pasien mengembangkan jadwal untuk latihan ROM aktif
    3.
    Ketidakseimbangan Nutrisi : Lebih dari Kebutuhan Tubuh
    Definisi : Asupan nutrien yang melebihi kebutuhan tubuh
    Batasan Karakteristik : Berat badan 20% melebihi tinggi dan kerangka tubuh ideal
    Faktor yang Berhubungan : Asupan berlebihan dalam kaitannya dengan kebutuhan metabolic

    Nutritional Status
    -   Intake nutrient
    -   Intake makanan
    -   Intake cairan
    Weight Reduction Assistance :
    Definisi : memfasilitasi penurunan berat badan dan/atau lemak tubuh
    Aktivitas :
    -    Menentukan keinginan pasien dan motivasi untuk mengurangi berat badan dan lemak tubuh
    -    Membantu pasien mengidentifkasi motivasi untuk makan, dan isyarat internal dan eksternal yang berhubungan dengan makan
    -    Mendorong substitusi kebiasaan yang buruk dengan yang baik
    -    Membantu gaya hidup diet yang baik dan sesuai
    -    Merencanakan program latihan, dengan pertimbangan batasan pasien
    -    Membuat rencana makan sehari-hari dengan keseimbangan diet yang baik, mengurangi kalori, dan mengurangi lemak yang sesuai
    4.
    Nyeri
    Pain Control
    -   Mengetahui gejala dari penyakit
    -   Menggunakan ukuran – ukuran pertolongan  non – analgesik
    -   Menggunakan obat analgesik sebagaimana direkomendasikan
    Pain Management
    Definisi : mengurangi rasa nyeri atau menghilangkan nyeri ke tingkat kenyamanan yang dapat diterima oleh pasien.
    Aktivias :
    -    Melakukan penilaian komprehensif untuk lokasi nyeri, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas atau beratnya nyeri, dan factor yang mempercepat.
    -    Memastikan pasien mendapat perawatan analgesik
    -    Menggunakan strategi komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri dan menyampaikan penerimaan dari respon nyeri pasien
    -    Memberitahu penggunaan teknik non Farmakologi (hypnosis, relaksasi, guided imagery, terapi music, dll )
    -    Memeriksa metode farmakologi untuk rasa nyeri yang digunakan pasien saat ini
    -    Menganjurkan pasien untuk menggunakan pengobatan nyeri yang adekuat
    5.
    Deficit Knowledge
    Cardiac Disease Management
    -   Wacana biasa proses sakit
    -   Tanda dan gejala awal penyakit
    -   Keuntungan dari manajemen penyakit
    -   Strategi – strategi untuk mengurangi faktor resiko
    -   Metode – metode untuk mengurangi efek samping pengobatan
    -   Peran keluarga dalam rencana pengobatan
    Teaching : Disease Process
    Definisi : membantu pasien untuk mengetahui informasi terkait proses penyakit tertentu
    Aktivitas :
    -    Menilai tingkat pengetahuan pasien saat ini terkait proses penyakit tertentu
    -    Menjelaskan patofisiologi penyakit dan kaitannya dengan anatomi dan fisiologi yang sesuai
    -    Meninjau pengetahuan pasien tentang kondisinya
    -    Membenarkan pengetahuan pasien tentang kondisinya
    -    Menggambarkan tanda-tanda dan gejala umum penyakit
    -    Menggambarkan proses penyakit
    -     Mengidentifikasi etiologi yang memungkinkan
    -    Memberikan informasi kepada pasien mengenai kondisinya
    -    Membicarakan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi dan/atau mengontrol proses penyakit
    -    Membicarakan pilihan terapi atau pengobatan
    -    Menjelaskan alasan dibalik manajemen / terapi/pengobatan yg direkomendasikan

0 comments:

Post a Comment